Instruktur Garda Terdepan Lahirkan Kompetensi Pekerja

Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Budi Hartawan mendampingi Menaker Ida Fauziah memberikan hadiah kepada 12 instruktur juara I.
banner 120x600

REAKSI PADANG – Sarana dan Prasarana lembaga pelatihan kerja harus di up-grade, termasuk instrukturnya. Sebab bila hal itu tidak di up- grade maka dapat dipastikan lembaga pelatihan itu akan tertinggal dengan perkembangan digitalisasi industri 4.0. Up- grade instruktur itu penting karena merekalah garda terdepan untuk melahirkan dan  meningkatkan kompetensi peserta pelatihan.

“Jangan berharap melahirkan pekerja kompeten kalau instrukturnya tidak kompeten,” kata Menaker Ida Fauziah saat Penutupan Kompetensi Ketrampilan Instruktur Nasional ( KKIN) ke VIII tahun 2022 di Padang, Kamis ( 6/10/2022) malam.

Ida mengatakan, seiring perkembangan jaman dan tekonologi digitalisasi saat ini akan ada ribuan jenis pekerjaan yang hilang, dimana kompetensinya juga turut tidak dipakai lagi. Namun demikian, perkembangan industri digitalisasi itu juga akan banyak memunculkan jenis pekerjaan baru. Oleh karena itu, katanya menambahkan, para instruktur harus siap dengan kemunculan jenis pekerjaan baru itu agar kebutuhan pelatihan tetap berjalan di balai latihan kerja.

“Di era perkembangan industri digitalisasi saat ini, dibutuhkan instruktur yang profesional untuk menjawab tantangan kemunculan jenis pekerjaan yang baru,” kata Ida menyemangati ratusan Instruktur yang berkompetensi.

Ida mengatakan, Instruktur Pemerintah atau Jabatan Fungsional Instruktur sejak ditetapkannya Peraturan Menpan-RB Nomor 82 Tahun 2020 telah mendorong transformasi Instruktur menjadi Jabatan Profesional. Artinya Instruktur sudah tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Instruktur dalam menjalankan tugas pokok, fungsi dan tangung jawab sesuai kewenangannya harus dilaksanakan secara Profesional.

Instruktur yang profesional, kata Ida adalah instruktur yang memiliki ciri-ciri kaidah yang tinggi, memiliki jiwa loyalitas kepada masyarakat, memiliki keahlian dan keterampilan tinggi, memiliki kewajiban karier dan kepribadian tinggi serta memiliki keahlian yang baik dalam perancangan program kerja sebagai komponen organisasi dari kariernya.

“Selain itu sebagai seorang professional, Instruktur juga harus memiliki nilai-nilai dasar seperti kejujuran, integritas, loyalitas, akuntabilitas, objektivitas, transparansi, ketaatan pada hukum dan mampu untuk menjaga informasi yang bersifat rahasia, ” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, salah satu program rutin Kementerian Ketenagakerjaan untuk menempa skill para instruktur adalah melaksanakan Kompetisi Keterampilan Instruktur secara Nasional (KKIN). Dalam kompetisi kali ini, jumlah instruktur yang ikut berkompetisi adalah 144 peserta dengan 12 kejuruan yang diperlombakan. Para instruktur itu merupakan instruktur dari BLK milik Kemnaker, swsta dan UPTD. Peserta kompetisi itu akan tertantang untuk terus meng-upgrade dan mengembangkan kompetensinya tidak hanya dalam hard skill atau kemampuan teknis, tetapi juga dalam soft skill yang dimiliki.

“Dengan adanya kompetisi, Instruktur akan tertantang untuk menciptakan inovasi yang semakin variatif dan sesuai perkembangan zaman, sehingga lulusan dari pelatihan kompetensi memiliki kualitas yang mumpuni dan siap berkontribusi di pasar kerja. Tujuan akhir KKIN ini, adalah agar Instruktur bisa terus berkembang dan maju dalam memberikan ilmu dan pelayanannya kepada peserta pelatihan kompetensi, ”  ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ida memberikan ucapan selamat kepada para Instruktur yang menjadi pemenang.  Kepada Instruktur yang belum menang, diminta tidak sedih dan kecewa serta menjadikan momen ini menjadi  motivasi untuk terus mengembangkan diri di masa depan.

“Semoga dengan adanya kompetisi rutin ini, ke depannya akan terus lahir dan muncul Instruktur-instruktur yang tangguh dan mampu bersinergi menciptakan SDM Indonesia Kompeten, ” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ida juga mengusulkan agar pelaksanaan kompetisi antar instruktur itu dilaksanakan sekali setahun. Ia menilai pelaksanaan kompetisi sekali dua tahun terlalu lama.

“Ada nilai tambah bagi daerah yang melaksanakan kompetisi ini. Nilai tambahnya adalah tingkat hunian hotel meningkat sehinnga ada pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, saya usulkan agar pelaksanaan kompetisi ini dilaksanakan setiap tahun,” katanya

Sementara itu, Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi  dan Produktivitas Kemnaker, Budi Hartawan mengatakan, berikutnya pelaksanaan kompetisi ketrampilan instruktur secara nasional akan dilaksanakan di Kota Sorong, Provinsi Papua.

” Untuk pelaksanaan kompetisi berikutnya akan kita laksanakan di Kota Sorong dan akan ada penambahan dua kejuruan yang diperlombakan, yaitu kejuruan konstruksi bangunan dan barista. Dengan penambahan kedua kejuruan ini maka akan ada 16 kejuruan yang akan diperlombakan. Kompetisi ini memotivasi Instruktur untuk terus semangat, berkarya dan menemukan inovasi-inovasi baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjawab tantangan digitalisasi revolusi industri 4.0, ” kata Budi.

Sebelumnya jumlah kejuruan yang diperlombakan adalah instalasi listrik, elektronika, pengelasan, pendingan tata udara, otomotif sepeda motor, otomotif kendaraan ringan.

Kemudian, desain grafis, perancangan mekanik CAD, solusi perangkat lunak TI untuk bisnis, tata busana, kecantikan dan pelayanan restoran.  (*)

Loading

Penulis: FriendlyEditor: Editor 1