Polsek Tambora Ringkus Pedangang Keliling Cabuli 4 Anak Siswi SD

Kapolsek Tambora memberikan keterangan kepada media Jumat 10/2/2023.
banner 120x600

REAKSI JAKARTA – Kapolsek Tambora, Jakarta Barat, Putra Pratama, berhasil meringkus pedagang keliling berinisial BA 42 tahun  yang mencabuli 4 anak siswi  SD di Tambora, Jakarta Barat. Dari hasil  pemeriksaan polisi, pelaku menyimpan banyak foto anak-anak di ponselnya. Pelaku berinisial BA 42 tahun diduga  sebagai pelaku pedofilia.

“Di dalam HP pelaku ditemukan foto anak anak, sementara tersangka belum pernah menikah,” ungkap Kapolsek, Jumat (10/2)

Putra  Pratama menjelaskan pencabulan itu terjadi pukul 09.30 WIB,  Senin (6/2), tepatnya di salah satu sekolah dasar negeri di wilayah Kecamatan Tambora.

Pelaku melakukan pencabulan dengan iming-iming memberi gelang dan stiker, pelaku melancarkan aksi bujuk rayu dengan mengiming-imingi bonus kepada anak-anak berupa gelang dan stiker agar dia bisa memegang bagian payudara dan beberapa bagian sensitif lainnya.

Lanjut Putra Pratama, setelah  korban membeli dagangannya, pelaku menawarkan bonus kepada para korban berupa gelang dan aksesoris lainnya.

Menurutnya, pelaku ditangkap usai melakukan aksi bejatnya. Korbannya  anak kelas 3 SD pada jam istirahat,  pelaku mulanya ditangkap sesama pedagang lain yang berjualan di area sekitar sekolah, kemudian pelaku berinisial  BA diamankan oleh para pedagang sekitar sekolah. “Mendapatkan laporan dari pedagang,  unit Reskrim Polsek Tambora, langsung mengamankan pelaku, ” jelasnya.

Putra  Pratama menyebut, korban pencabulan pelaku berjumlah 4 anak perempuan, satu orang korban masih  duduk dibangku  kelas 3 SD, sementara 3 korban lainnya kelas 4 SD,  pemeriksaan korban anak ini melibatkan tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). “Total seluruh korban saat ini ada empat yaitu 1 anak perempuan pelajar kelas 3 SD dan 3 anak perempuan kelas 4 SD,” terangnya.

Pelaku berinisial  BA dijerat dengan Pasal 82 Ayat 1 Juncto Pasal 76 E Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tutupnya. (*)

Loading

Penulis: Maulen Munthe/Khairuddin SinambelaEditor: Editor 1