Sudin Kominfotik Jaksel Tingkatkan Pemahaman Literasi Cegah Kekerasan Seksual di Ruang Digital

REAKSI JAKARTA – Suku Dinas (Sudin) Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Jakarta Selatan (Jaksel) menggelar kegiatan Literasi Digital dengan tema “Pencegahan Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak di Ruang Digital”, di RPTRA Beringin, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2026).

“Ini (kegiatan Literasi Digital) kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya bersama dalam merespons meningkatnya kasus kekerasan di wilayah Jakarta Selatan,” ujar Kasudin Kominfotik Jakarta Selatan, Netti Herawati.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Semester I 2026 dari Laporan Bulanan Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi DKI Jakarta, tren kasus kekerasan di Jakarta Selatan menunjukkan kecenderungan meningkat dengan total 169 kasus. Dari seluruh kecamatan, Kecamatan Jagakarsa menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yaitu 27 kasus.

Hal yang menarik, lanjut Netti, pos pengaduan RPTRA menjadi sarana yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan dengan total 12 laporan. Ini menunjukkan bahwa RPTRA telah menjadi ruang yang dipercaya masyarakat untuk mendapatkan perlindungan dan akses layanan pengaduan.

“Selain lokasi fisik, terdapat satu ruang yang saat ini semakin rentan menjadi tempat terjadinya berbagai bentuk kekerasan, khususnya kekerasan seksual, yaitu ruang digital,” katanya.

Menurutnya, kemudahan berinteraksi di ruang digital seperti media sosial, WhatsApp atau forum diskusi juga menghadirkan risiko kekerasan seksual. Bentuknya bisa berupa penyebaran foto atau video pribadi bermuatan seksual tanpa izin, pelecehan melalui pesan teks yang tidak pantas, komentar daring, hingga penguntitan siber.

Kekerasan tersebut tidak hanya berdampak pada keamanan digital seseorang, tetapi juga dapat menimbulkan trauma psikologis, tekanan sosial, bahkan mengganggu masa depan korban. Oleh karena itu, kegiatan literasi digital hari ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mencegah dan menekan angka kekerasan di Jakarta Selatan.

“Saya mengajak seluruh peserta baik daring maupun luring untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan aktif berdiskusi. Semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar, sehingga kita dapat menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan,” katanya.

Sekretaris Camat Jagakarsa, Imam Hadi, menuturkan, teknologi informasi dan media digital tampaknya sudah menjadi hal yang sangat lumrah saat ini. Namun, seringkali masyarakat belum memahami terkait penggunaannya secara baik dan bijak, sehingga dapat menimbulkan kesan negatif, terutama saat berinteraksi.

“Jadi, adanya kegiatan literasi digital ini sangat baik bagi para peserta. Mereka diharapkan dapat menangkap materi dengan baik, lalu mengaplikasinnya juga dengan baik dan bijak, sebab era digital saat ini masyarakat sangat mudah menerima dan menyebarkan informasi,” ucapnya.

Sementara, Warga RW 03, Kelurahan Jagakarsa, Ety, mengaku bahwa kegiatan ini sangat bagus karena dapat menambah pengetahuan dan pengalaman mengenai pencegahan kekerasan di lingkungan.

“Sebelumnya, saya merasa agak takut untuk melapor jika terjadi kekerasan. Seperti yang disampaikan tadi, ada kekhawatiran bahwa orang yang dilaporkan akan merasa tersinggung kepada kita. Namun, dengan adanya kegiatan ini, insyaallah saya akan lebih berani menyampaikan atau melaporkan apa pun yang terjadi di wilayah kami,” tuturnya. (***)

Loading

Penulis: Jonni MEditor: 1

2