WaliKota Jakbar Dorong Pihak Sekolah Kembalikan Kegiatan Outing Class.

Ket poto Walikota jakarta barat menyampaikan peryataan disekolah, Selasa (11/8/2026)

Reaksi Jakarta – Walikota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menyampaikan agar program sekolah tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas, Iin meminta kegiatan outing class menjadi salah satu bagian pembelajaran agar peserta didik mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan sekitar, hal  tersebut disampaikanya saat memantau pelaksanaan program sekolah di SDN 03 angke, Jalan Pangeran Tubagus Angke, RT 15/RW 02, Kelurahan Angke, kecamatan tambora, Jakarta Barat, hari Selasa (11/8).

Iin mutmainnah,  menerangkan bahwa pelaksanaan program akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala, “evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan peserta sekaligus mengetahui kebutuhan dan minat anak-anak yang mengikuti program ini  kita akan monitoring dan evaluasi secara berkala, saya juga meminta agar outing class bisa menjadi bagian dari kurikulum,” ungkapnya

Lanjut Iin Mutmainnah, “kegiatan belajar di luar kelas (outing) dapat diarahkan ke sejumlah lokasi yang memiliki nilai edukasi kepada para siswa/siswi, misalnya dapat berkunjung ke gedung kantor Walikota Jakarta Barat untuk melihat secara langsung bagaimana roda pemerintahan berjalan,” Tuturnya

Hal serupa  dapat dilakukan di kantor kecamatan, kelurahan, rptra hingga walkot farm, harapanya agar peserta didik bisa memperoleh pengalaman baru termasuk melalui edukasi urban farming dan juga dapat disesuaikan dengan kegiatan kewilayahan,” jelasnya.

Iin Mutmainnah menilai, pembelajaran di luar sekolah juga dapat dikolaborasikan dengan kegiatan masyarakat, kegiatan outing class ini bisa dikolaborasikan dengan kegiatan masyarakat seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN), kerja bakti maupun agenda yang melibatkan tokoh masyarakat, dengan pola tersebut anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademik tetapi juga pengalaman sosial yang dapat membentuk karakter pengalaman ini tidak hanya menambah wawasan tetapi juga mengasah jiwa kepemimpinan kemampuan sosial dan kepercayaan diri anak”, katanya.

Selain pengembangan pola pembelajaran, Iin meminta jajaran camat dan lurah memperkuat pendataan serta pemantauan anak yang mengalami putus sekolah di wilayah masing-masing, Iin mendorong keterlibatan kader PKK, karang taruna, tokoh masyarakat hingga tokoh agama untuk bersama-sama menemukan anak yang belum atau tidak lagi bersekolah.

“Mereka diharapkan tidak sekadar melakukan pendataan, tetapi turut memberikan pendampingan serta mengarahkan anak untuk kembali mendapatkan akses pendidikan melalui program sekolah Kembali, teman-teman semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk bersinergi agar jangan ada lagi masyarakat Jakarta Barat yang putus sekolah atau tidak sekolah,” tegasnya.

Agus Ramdhani, selaku Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat mengungkapkan jumlah peserta Program Sekolah Kembali di Kecamatan Tambora terus mengalami peningkatan, semula program tersebut diikuti 56 peserta yang menempuh pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B dan Paket C. Kini jumlahnya bertambah 11 orang sehingga total peserta mencapai 67 siswa. “Dalam pelaksanaannya program turut melibatkan pejabat struktural Sudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat sebagai tenaga pengajar. Proses belajar dilakukan secara tatap muka dua kali dalam sepekan dan dilengkapi dengan pemberian tugas,” jelasnya. 

Lanjut Agus Ramdhani,  menegaskan bahwa pemerintah ingin memberikan kesempatan kedua kepada anak-anak yang sempat meninggalkan pendidikan formal agar dapat kembali mengejar cita-cita.”Tugas pemerintah membantu mereka agar bisa bangkit kembali, membahagiakan orang tua, dan membuktikan mereka mampu meraih cita-cita. Target kami mereka semua bisa lulus,” Tutupnya.

Loading

2